- by bapakbotak
- May 14, 2024
Persaingan Ford melawan Ferrari terhadap balap mobil ketahanan 1966 (dulu tetap bernama World Sportscar Championship) menjadi salah satu rivalitas paling menarik di dalam sejarah.
Ferrari yang merupakan pabrikan dominan berasal dari 1960 hingga 1965, dikejutkan oleh kehadiran Ford, yang berhasil membawa dampak mobil lebih cepat berasal dari laju si Kuda Jingkrak.
Tahun 1966, Daytona 24 Hours, Ford berhasil raih kemenangan perdananya. Mobil #98 https://www.chefluva.com/ Ford GT40 Mk.II yang dikendarai oleh Ken Miles dan Lloyd Ruby, memimpin dominasi Ford yang terhitung berhasil raih peringkat ke dua dan ketiga.
Enam ronde sesudah balapan 24 jam di Daytona, Ford lagi-lagi naik podium tertinggi. Dan kembali, pabrikan asal Amerika Serikat selanjutnya mendominasi podium, bersama dengan pasangan Bruce McLaren/Chris Amon yang ada di peringkat pertama.
Lantas di mana Ferrari finis? Pada Daytona 24 Hours, mobil #21 Ferrari 365 P2 merangsek ke peringkat keempat. Itu pun menjadi salah satu mobil Ferrari yang tembus lima besar.
Pada Le Mans 24 Hours, peringkat kedelapan menjadi hasil terbaik yang mampu diraih pabrikan Maranello, bersama dengan mobil Ferrari 275 GTB/C yang dikendarai Piers Courage/Roy Pike.
Sementara rival utama Ken Miles di film Ford v Ferrari, Lorenzo Bandini, yang mengemudikan Ferrari 330 P3, jadi gagal finis gara-gara gagal mesin.
Terlepas berasal dari bumbu-bumbu drama dan fiksi yang ditambahkan ke film, setidaknya begitulah garis besar yang terjadi terhadap World Sportscar Championship 1966.
Di mana pabrikan Amerika Serikat yang pada mulanya dipecundangi, baik itu secara internal maupun eksternal, mampu mengalahkan Ferrari, produsen mobil balap paling populer sejagad, di dua ajang balap ketahanan paling ikonik di dalam sejarah.
Lantas, apa yang terjadi selepas balap Le Mans 24 Hours 1966? Seperti apa sambungan persaingan Ford dan Ferrari yang belum diceritakan oleh film yang dibintangi oleh Matt Damon, Christian Bale dan Caitriona Balfe tersebut?
Christian Bale memerankan Ken Miles di film Ford v Ferrari
Foto oleh: 20th Century Fox
Ken Miles, seperti yang udah diceritakan di film, meninggal dunia selagi menjalani sesi uji cobalah proyek mobil J-Car, yang merupakan mobil Ford GT40 Mk.IV.
Proyek selanjutnya sempat terhenti, tetapi terhadap pada akhirnya rampung. GT40 Mk.IV ditenagai mesin V8, dan diyakini mampu tambah memperketat persaingan Ford bersama dengan Ferrari. Namun, raksasa asal Italia selanjutnya tak tinggal diam.
Selepas kekalahan menyakitkan di Le Mans 24 Hours 1966, Enzo Ferrari memberikan kuasa penuh kepada direktur teknisnya, Mauro Forghieri, untuk melaksanakan pengembangan mobil.
Pesan Enzo Ferrari selagi itu terlampau jelas, “Lakukan apa pun yang mampu kalian melaksanakan untuk mengalahkan Ford!”
Proses pengembangan mobil Ferrari 330 P4 pun dimulai. Berbagai uji cobalah dijalani oleh Ferrari. Salah satunya bersama dengan menggelar tes di Sirkuit Daytona selama sepekan.
Namun, gara-gara Daytona mampu dibilang merupakan markas Ford yang merupakan pabrikan asal AS, Enzo mengira bahwa rivalnya itu mengirimkan mata-mata untuk memantau perkembangan mobilnya.
Lorenzo Bandini, Chris Amon, Ferrari
Enzo sesudah itu menginstruksikan krunya untuk tidak memecahkan rekor https://www.idsps.org/ lap punya Ken Miles. Sayang, Ferrari 330 P4 berkembang terlampau pesat, serta melaju terlampau cepat. Di selagi semua kru Ferrari lagi ke Italia, Enzo langsung memecat Eugenio Dragoni (bos tim).
Balapan Daytona 24 Hours lagi menjadi ajang pembuka World Sportscar Championship di th. 1967. Lomba selanjutnya ternyata beralih menjadi mimpi tidak baik bagi Ford. Pasalnya, bersama dengan menurunkan enam mobil GT40 Mk.II, tak ada satu pun pembalapnya yang naik podium.
Adalah Ferrari yang berhasil memenangi balapan. Ferrari 330 P4 Spyder yang dikemudikan Lorenzo Bandini dan Chris Amon berhasil menginjak podium tertinggi.
Diikuti oleh Ferrari 330 P4 Coupe punya pasangan Parkes/Scarfiotti, sesudah itu Ferrari 412 P yang dikemudikan Rodriguez/Guichet.
Kemenangan dominan di Daytona 24 Hours 1967 itu merupakan balas dendam atas kekalahan Ferrari berasal dari Ford di Le Mans 1966. Apalagi, Ferrari berhasil raih kemenangan di atas tanah kelahiran Ford.
